BRIPTU Tedy, Polisi Humanis dari Cilimus yang Antar Beras Murah hingga Pelosok Desa
Di tengah kondisi geografis yang sulit dijangkau dan keterbatasan akses transportasi, seorang anggota Polri dari Polsek Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menunjukkan dedikasi kemanusiaan yang menyentuh hati. BRIPTU Tedy Triadi Saputra, Bhabinkamtibmas Desa Sangkanurip, rela menyusuri jalan-jalan kecil untuk mengantarkan beras murah langsung ke rumah warga binaannya, Selasa (2/9/2025).
Aksi ini merupakan bagian dari program sosial Polsek Cilimus yang mengedepankan pelayanan jemput bola. Program ini diinisiasi untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan warga.
Sejak pukul 10.00 WIB, BRIPTU Tedy memulai perjalanannya dengan sepeda motor dinas, membawa kantong-kantong beras pesanan warga. Medan terjal dan kondisi jalan yang sempit tak menghalangi langkahnya untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Tak hanya sekadar mengantar bantuan, BRIPTU Tedy juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk berdialog dengan warga. Ia menanyakan kondisi keamanan lingkungan, kebutuhan warga, hingga mendengarkan langsung keluh kesah mereka.
Banyak dari warga penerima bantuan adalah lansia dan keluarga kurang mampu yang selama ini kesulitan menjangkau kantor pelayanan publik. Kehadiran polisi langsung ke rumah mereka pun dianggap sebagai bentuk perhatian yang luar biasa.
Udin (63), salah satu warga yang menerima bantuan, mengaku terharu dan tidak menyangka akan didatangi oleh petugas kepolisian. “Saya sudah tua, kaki saya lemah, nggak bisa jauh-jauh. Tapi alhamdulillah, Pak Polisi datang sendiri,” ujarnya haru.
Hal serupa disampaikan oleh Cicih (69), warga lain yang bahkan meneteskan air mata saat menerima beras murah tersebut. “Biasanya kami bingung kalau harus ke Polsek, karena jauh dan tidak tahu prosedur. Tapi sekarang kami didatangi langsung, ini sangat menyentuh hati,” ucapnya.
Kapolsek Cilimus, AKP Mohamad Faisal, menjelaskan bahwa langkah yang diambil BRIPTU Tedy adalah bentuk nyata dari pelayanan prima Polri yang berlandaskan kepedulian dan empati terhadap kondisi masyarakat. Menurutnya, polisi harus hadir bukan hanya saat dibutuhkan, tapi juga saat masyarakat kesulitan.
“Kalau masyarakat sudah sampai kesulitan untuk sekadar membeli beras murah, maka kita yang harus datang. Ini adalah bentuk pelayanan yang berpihak pada rakyat kecil,” kata AKP Faisal.
Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, turut mengapresiasi aksi tersebut. Ia menyatakan bahwa inisiatif semacam ini mencerminkan wajah Polri yang humanis dan hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar penegak hukum.
Program beras murah yang diinisiasi oleh Polres Kuningan ini mengandalkan pendekatan langsung melalui para Bhabinkamtibmas. Warga hanya perlu memesan melalui perwakilan kepolisian di desa mereka, tanpa harus mengurus prosedur yang rumit atau pergi jauh.
AKP Faisal menambahkan bahwa pola jemput bola ini akan diperluas ke layanan lain, seperti pembuatan SKCK, konsultasi hukum, hingga pengaduan masyarakat. “Kami ingin menghapus jarak antara polisi dan masyarakat. Pelayanan tidak boleh hanya menunggu, tapi harus aktif mendatangi,” ujarnya.
Meski terkesan sederhana, aksi seperti yang dilakukan BRIPTU Tedy menyimpan nilai kemanusiaan yang dalam. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi, kehadiran polisi yang peduli menjadi sumber harapan bagi masyarakat kecil.
Sementara itu, BRIPTU Tedy sendiri memilih merendah. Ia mengaku hanya menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. “Saya hanya ingin warga merasa diperhatikan. Itu saja,” katanya singkat namun penuh makna.
Aksi ini menjadi bukti bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat, dalam bentuk paling sederhana sekalipun, bisa memperkuat rasa saling percaya, menumbuhkan solidaritas, dan membangun citra Polri sebagai pengayom yang benar-benar hadir untuk rakyat.
Humas Polsek Cilimus Polres Kuningan

