Lokasi RM Kebon Jati Desa Bojong kembali dipadati personel kepolisian ketika apel pengamanan Wisuda Ke-II Universitas Muhammadiyah Kuningan digelar. Namun ada hal yang berbeda kali ini karena apel dipimpin Panit Intel Polsek Cilimus, IPDA Wiwid, S.H.
Penunjukan tersebut mengundang perhatian karena biasanya apel pengamanan besar dipimpin pejabat struktural. Namun strategi baru diterapkan untuk memaksimalkan peran intelijen dalam membaca situasi di lapangan.
Dalam arahannya, IPDA Wiwid meminta personel lebih peka terhadap potensi kerawanan kecil yang dapat berkembang menjadi gangguan lebih besar. Deteksi dini menjadi kunci utama dalam tugas hari itu.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara unit di lapangan. Komunikasi real-time melalui HT dan jalur cepat internal menjadi fokus penguatan.
Personel diberikan gambaran lengkap mengenai alur masuk dan keluar peserta wisuda serta area yang berpotensi rawan kemacetan. Arahan diberikan secara rinci agar seluruh anggota memahami tanggung jawabnya.
Pendekatan humanis juga menjadi pesan utama. Polisi diminta ramah dan komunikatif untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Apel berlangsung dengan tertib. Setiap personel memastikan perlengkapan standar sudah lengkap dan siap digunakan saat diperlukan.
Panitia wisuda bekerja sama dengan kepolisian dalam menyiapkan jalur khusus untuk tamu khusus dan lansia. Kerja sama ini dianggap penting untuk memperlancar jalannya acara.
Arus peserta mulai meningkat sejak pagi, sehingga anggota langsung bergerak setelah apel selesai. Pengaturan jalur dilakukan sedari awal demi mencegah penumpukan.
Kegiatan pengamanan disebut berjalan kondusif berkat kesiapsiagaan seluruh anggota. Apel yang dipimpin Panit Intel dinilai efektif dan strategis.
Strategi baru ini diharapkan menjadi contoh dalam penerapan pengamanan kegiatan massal lainnya. Polsek Cilimus menunjukkan adaptasi yang progresif dalam setiap operasi.

