Polres Kuningan Polda Jabar – Menjaga keamanan di wilayah yang kaya akan kearifan sosial memerlukan pendekatan yang cerdas dan berbasis kedekatan emosional. Kepolisian memahami betul bahwa merangkul para tokoh adat, tokoh agama, dan petugas ronda perbatasan adalah kunci utama dalam menyuarakan pesan-pesan perdamaian di setiap waktu.
Strategi kultural ini diterapkan dengan sangat apik oleh Bhabinkamtibmas Polsek Mandirancan dalam bingkai kegiatan patroli KRYD antisipasi kejahatan malam. Pertemuan yang berlangsung sarat akan nilai-nilai luhur kekeluargaan ini bertempat di sepanjang jalur lintas perbatasan antar wilayah kecamatan dan kabupaten pada Rabu, 27 Mei 2026.
Dalam momentum tersebut, komunikasi dibangun di atas landasan saling menghormati, di mana petugas yang dipimpin oleh Aiptu Taufik bersama tiga anggota bertukar informasi mengenai potensi gangguan keamanan lokal. Langkah ini diambil untuk memastikan perbatasan aman dari ancaman aksi kriminalitas terorganisir.
Pentingnya kolaborasi berbasis kedekatan ini terletak pada efektivitas penyampaian pesan kamtibmas yang lebih mudah melekat di hati warga perbatasan. Sinergi malam hari ini menciptakan harmoni yang indah antara tugas formal kepolisian dan kesadaran swakarsa masyarakat di pedesaan.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. menyampaikan pesan inti bahwa keluhuran budi dan gotong royong warga Mandirancan adalah modal sosial terbesar dalam menjaga stabilitas keamanan yang tidak boleh luntur oleh zaman.
Patroli yang penuh dengan keakraban khas kekeluargaan ini pun ditutup setelah memastikan jalur antar wilayah dalam kondisi sepi dan aman. Situasi di lokasi kegiatan terpantau sangat kondusif, aman, dan memancarkan ketenangan bagi masyarakat yang sedang beristirahat.

