Polres Kuningan Polda Jabar – Menjaga keamanan di wilayah yang kental akan tradisi keagamaan memerlukan pendekatan yang cerdas dan berbasis kearifan lokal. Kepolisian memahami betul bahwa merangkul para tokoh adat, tokoh agama, dan panitia kurban adalah kunci utama dalam menyuarakan pesan-pesan perdamaian.
Strategi kultural ini diterapkan dengan sangat apik oleh Bhabinkamtibmas Polsek Mandirancan dalam bingkai kegiatan sambang kamtibmas satu hari pasca Hari Raya Idul Adha. Pertemuan yang berlangsung sarat akan nilai-nilai luhur kekeluargaan ini bertempat di Desa Randobawagirang pada Kamis, 28 Mei 2026.
Dalam momentum siang hari tersebut, silaturahmi dibangun di atas landasan saling menghormati, di mana petugas yang dipimpin oleh Aiptu Mohamad Sandi bersama Bripka Irfan turut memantau jalannya pemotongan hewan kurban bersama para kiai dan sesepuh desa. Pendekatan ini terbukti sangat efektif untuk meredam potensi gesekan sosial saat pembagian daging.
Pentingnya kolaborasi berbasis budaya dan agama ini terletak pada efektivitas penyampaian pesan kamtibmas yang lebih mudah diterima oleh warga. Sinergi ini menciptakan harmoni yang indah antara hukum formal kepolisian dan norma sosial kemasyarakatan di pedesaan.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. menyampaikan pesan inti bahwa keluhuran budi dan gotong royong warga Mandirancan adalah modal sosial terbesar dalam menjaga stabilitas keamanan yang tidak boleh luntur oleh zaman.
Pertemuan yang penuh dengan keakraban khas kekeluargaan nusantara ini pun ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan seluruh warga desa. Situasi di lokasi kegiatan terpantau sangat kondusif, aman, dan memancarkan rasa tenang bagi masyarakat yang sedang beristirahat.

