Pada hari Selasa (06/01/2026) pukul 09.00 WIB, di Desa Kalimati wilayah hukum Polsek Jalaksana, Briptu Nedi sebagai Bhabinkamtibmas langsung turun ke lapangan untuk memantau kondisi pesawahan yang terdampak luapan air sungai. Fenomena ini terjadi setelah sungai yang menjadi sumber irigasi utama untuk lahan pertanian desa tersebut mengalami kenaikan permukaan air yang melebihi batas normal akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu.
Briptu Nedi melakukan survei menyeluruh ke seluruh area pesawahan Desa Kalimati, yang mencakup sekitar 25 hektar lahan pertanian yang sebagian besar ditanami dengan tanaman padi dalam tahap pembungaan. Dia mengukur kedalaman genangan air di beberapa titik representatif, mencatat lokasi-lokasi yang paling parah terdampak, serta mengumpulkan informasi dari para petani tentang tanggal awal terjadinya luapan dan perkembangan kondisi hingga saat ini.
Selama pemantauan, Briptu Nedi juga memberikan bantuan praktis kepada petani yang kesulitan mengakses lahan mereka akibat genangan air. Dia membantu beberapa petani dalam memindahkan alat pertanian yang masih berada di lahan terdampak dan memberikan arahan tentang cara merawat tanaman yang tergenang agar tetap dapat bertahan hidup. Selain itu, dia juga menghubungi dinas pertanian setempat untuk memberitahu kondisi terkini dan meminta bantuan teknis untuk para petani.
Briptu Nedi menyampaikan bahwa data yang dikumpulkan selama pemantauan akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun langkah-langkah penanganan lebih lanjut bersama pemerintah desa dan pihak terkait. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi luapan kembali jika curah hujan masih terus terjadi. Pelaksanaan seluruh kegiatan pemantauan dan upaya bantuan ini berada dalam koordinasi Polres Kuningan, Kuningan, dengan bimbingan dari Kapolres Kuningan dan sesuai dengan pedoman tanggap darurat yang diterbitkan oleh Polda Jabar.
