Polres Kuningan Polda Jabar – Potensi gesekan sosial di lingkungan pertanian, mulai dari sengketa batas lahan hingga pembagian air irigasi, memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Polsek Mandirancan mengedepankan upaya deteksi dini melalui kegiatan sambang tokoh tani guna meredam setiap potensi konflik sebelum berkembang menjadi gangguan Kamtibmas. Keharmonisan antar warga tani menjadi syarat mutlak kelancaran program ketahanan pangan.
Langkah preventif ini dilakukan dengan membangun komunikasi yang intensif dengan para pengurus kelompok tani di tingkat desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 13 April 2026.
Bhabinkamtibmas Aiptu Mohamad Sandi Waluyo melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Seda untuk bertatap muka dengan mitra kelompok tani. Selain memberikan himbauan mengenai keamanan alat mesin pertanian (alsintan), petugas juga menekankan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan di lapangan. Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan dapat menjadi penengah yang adil bagi setiap warga tani yang membutuhkan bantuan.
Terkait kebijakan pupuk subsidi, petugas meminta masyarakat untuk mengikuti prosedur yang telah ditetapkan pemerintah guna menghindari rasa kecemburuan sosial antar petani. Polri berkomitmen untuk mengawal kebijakan ini agar berjalan secara transparan dan adil, sehingga program ketahanan pangan dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat tani.
Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. menekankan bahwa kedamaian di desa dimulai dari komunikasi yang baik. Beliau berharap para pengelola Poktan di Desa Seda dapat menjaga amanah dan selalu bekerjasama dengan kepolisian dalam menjaga ketertiban lingkungan pertanian.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. menambahkan bahwa kehadiran Polri di desa adalah untuk memberikan rasa aman. Dengan pengawasan yang humanis, diharapkan segala bentuk potensi gangguan Kamtibmas di sektor pertanian dapat diantisipasi sejak dini.

