Bhabinkamtibmas Sambangi Lahan Jagung Petani Desa Sampora, Dukung Ketahanan Pangan dari Akar Rumput
KUNINGAN, — Dalam upaya memperkuat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat desa, Bhabinkamtibmas Desa Sampora, Aipda Epa, melaksanakan sambang ke lahan pertanian jagung milik kelompok tani “Mandiri” di Dusun Pahing, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Kegiatan sambang ini bukan hanya dimaksudkan untuk menjaga situasi kamtibmas, tetapi juga sebagai bentuk dukungan kepolisian terhadap sektor pertanian, yang menjadi tulang punggung ekonomi desa sekaligus bagian dari ketahanan pangan nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Aipda Epa disambut oleh para petani yang tengah mengelola lahan seluas sekitar 50 bata di Blok Gulanjeung. Lahan itu ditanami jagung hibrida yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak masyarakat setempat.
Kunjungan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh dialog. Para petani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari cuaca yang tak menentu hingga keterbatasan pupuk subsidi.
Masalah lain yang cukup krusial adalah fluktuasi harga jagung di pasaran. Para petani mengaku selama ini hanya mengandalkan informasi harga dari tengkulak, yang kerap tidak transparan dan menyulitkan mereka dalam menentukan waktu panen.
Menanggapi hal tersebut, Aipda Epa menyampaikan informasi terkini mengenai kebijakan harga pembelian jagung oleh Perum Bulog. Ia menjelaskan bahwa harga ditentukan berdasarkan kadar air jagung saat panen.
Menurutnya, Bulog menetapkan harga sekitar Rp5.500 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 18–20 persen. Namun, jika kadar air bisa diturunkan menjadi sekitar 14 persen, harga bisa naik hingga Rp6.400 per kilogram.
Informasi ini disambut positif oleh para petani. Mereka mengaku baru kali ini mendapatkan penjelasan langsung dari pihak resmi mengenai sistem harga yang berlaku. Edukasi tersebut membuka wawasan mereka dalam merencanakan strategi panen ke depan.
Ketua Kelompok Tani “Mandiri”, Miska, mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas yang dinilai bukan hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menjadi mitra dalam pembangunan desa. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin.
“Kehadiran Pak Epa memberikan rasa aman sekaligus semangat baru bagi kami. Petani butuh pendampingan, bukan hanya dari dinas pertanian, tapi juga dari aparat yang memahami kondisi sosial kami,” ujar Miska.
Menurut Aipda Epa, keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat harus mampu menjembatani kebutuhan warga dengan pihak-pihak terkait, termasuk dalam hal pertanian yang menyentuh langsung hajat hidup masyarakat desa.
Ia menegaskan bahwa peran Polri dalam mendukung ketahanan pangan tidak kalah penting dibandingkan tugas-tugas konvensional kepolisian. Kehadiran yang humanis, lanjutnya, akan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Sinergi yang terbangun antara kelompok tani dan aparat kepolisian di Desa Sampora menjadi gambaran positif bagaimana kemitraan lintas sektor mampu memberikan dampak yang luas. Dari soal keamanan, ekonomi, hingga ketahanan pangan desa.
Humas Polsek Cilimus Polres Kuningan

