
Bebaskan Petani dari Tengkulak, Polri Kawal Distribusi Jagung ke Bulog.
Kuningan – Upaya membebaskan petani dari praktik tengkulak dan memastikan hasil panen terserap dengan harga yang layak, jajaran Polsek Lebakwangi mengawal langsung distribusi jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Makmur Jaya, Dusun Cicurug, Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, menuju Gudang Bulog Bandorasa, Senin (23/2/2026).
Pengawalan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Galaherang Bripka Dadan Wardhana bersama Bripka Amrizal, didampingi Ketua Poktan Makmur Jaya Bapak Feri Perdiana beserta anggota poktan serta Ketua RT Dusun Cicurug Bapak Nadi.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara Polri dan petani dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil panen jagung.
Dengan distribusi langsung ke Perum Bulog, para petani tidak lagi bergantung pada tengkulak yang kerap menekan harga saat musim panen raya.
Kehadiran Polri dalam proses pengawalan dan monitoring memberikan rasa aman serta memastikan proses berjalan transparan dan lancar.
Bripka Dadan Wardhana menyampaikan bahwa Polri siap mendukung penuh kesejahteraan petani melalui pendampingan dan pengamanan distribusi hasil pertanian. “Kami ingin memastikan petani mendapatkan harga yang layak dan tidak dirugikan oleh praktik perantara yang merugikan.
Ini bagian dari komitmen Polri mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Kuningan Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lebakwangi Wawan Hernawan menyampaikan arahan dan apresiasi atas langkah nyata personel di lapangan yang aktif membantu petani.
Kapolres menegaskan bahwa Polri tidak hanya fokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir dalam mengawal program strategis pemerintah, termasuk sektor pertanian.
Dukungan terhadap distribusi hasil panen ke Bulog diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Kuningan.
Melalui sinergi yang kuat antara Polri dan kelompok tani, diharapkan para petani di wilayah Maleber semakin berdaya, mandiri, dan terlindungi dari praktik perdagangan yang merugikan.
