Apresiasi Warga Pasar Cilimus kepada Panit Lantas 2 AIPTU Candra Nur Atas Kinerja dalam Melayani Masyarakat,Terutama dalam Menyebrangkan Masyarakat.
CILIMUS — Sosok AIPTU Candra Nur, Panit Lantas 2 Polsek Cilimus, Kabupaten Kuningan, kembali mendapat sorotan positif dari masyarakat. Setiap pagi, dirinya tampak berdiri tegak di simpang Pasar Cilimus, membantu menyebrangkan warga dengan penuh kesabaran dan ketulusan. Aksinya itu tak hanya menciptakan ketertiban lalu lintas, tetapi juga menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.
Tak sedikit warga yang memberikan apresiasi langsung kepadanya. Salah satunya, Ibu Sri, pedagang sayur yang setiap pagi menjajakan dagangannya di pasar. “Pak Candra itu luar biasa, tiap pagi dia sudah ada di jalan sebelum kami buka lapak. Selalu bantu nyebrangin ibu-ibu, anak sekolah, bahkan lansia,” ujarnya kepada Kompas, Senin (21/7/2025).
Kehadiran AIPTU Candra di lokasi rawan tersebut memang bukan hal baru. Namun, konsistensinya selama bertahun-tahun dalam menjalankan tugas menjadikannya sosok yang dihormati, bukan hanya oleh warga, tetapi juga rekan-rekan sejawatnya di kepolisian. Ia dikenal tak pernah absen, meski cuaca tak bersahabat.
Kegiatan rutin pagi hari ini merupakan bagian dari giat “PH Pagi” yang dilaksanakan oleh Polsek Cilimus untuk mengantisipasi kerawanan lalu lintas, terutama di titik-titik padat seperti sekitar Pasar Cilimus. Namun, AIPTU Candra memberi warna berbeda dalam pelaksanaannya dengan pendekatan humanis dan penuh empati.
Menurut data dari Polsek Cilimus, titik di sekitar pasar termasuk wilayah rawan kemacetan dan kecelakaan ringan, terutama pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB. Peran petugas lalu lintas di titik tersebut menjadi krusial untuk menjamin kelancaran arus serta keselamatan para pengguna jalan, termasuk pejalan kaki yang hendak menyeberang.
“Yang dilakukan AIPTU Candra itu bukan sekadar menjalankan tugas. Itu sudah menjadi pengabdian. Ia tahu siapa yang dilayani: masyarakat kecil yang butuh rasa aman,” ujar AKP Nurjani, S.E., Plt. Kapolsek Cilimus, saat ditemui di Mapolsek Cilimus.
Tak jarang, ia juga memberikan imbauan-imbauan keselamatan kepada pengendara motor dan mobil. “Jangan lupa helmnya dipakai dengan benar ya, Bu. Kita saling jaga keselamatan,” begitu ujaran yang sering terdengar dari mulutnya, dengan senyum yang selalu mengiringi.
AIPTU Candra juga dikenal ramah terhadap anak-anak sekolah yang melintasi jalan tersebut. Banyak di antara mereka yang sudah hafal dengan sosoknya. “Kalau enggak ada Pak Polisi itu, saya takut nyebrang. Motor-motornya ngebut,” ujar Rani, siswi kelas 4 SD.
Apresiasi juga datang dari kalangan tokoh masyarakat setempat. Menurut Ustaz H. Dedi, yang sering melintas saat hendak ke masjid, keteladanan yang ditunjukkan AIPTU Candra menjadi inspirasi. “Itu polisi yang hadir di tengah masyarakat, bukan cuma soal seragam, tapi benar-benar memberi rasa aman,” ungkapnya.
Meskipun terlihat sederhana, aktivitas menyeberangkan warga di tengah padatnya arus lalu lintas adalah pekerjaan yang menuntut kesigapan dan keberanian. AIPTU Candra harus mampu membaca situasi dan memastikan tidak ada kendaraan yang membahayakan warga.
Menanggapi apresiasi masyarakat, AIPTU Candra hanya tersenyum dan merendah. “Saya cuma menjalankan tugas saja. Kalau warga merasa terbantu, itu sudah jadi kebahagiaan tersendiri buat saya,” katanya singkat kepada Kompas.
Dedikasi seperti yang ditunjukkan AIPTU Candra Nur adalah potret kecil dari wajah humanis Kepolisian Republik Indonesia. Dalam keteladanan sederhana, nilai pengabdian dan pelayanan tumbuh subur, memberi harapan bahwa rasa aman bukan sekadar slogan, melainkan hadir nyata di tengah masyarakat.
Humas Polsek Cilimus Polres Kuningan

