Kuningan, Jum’at (19/09/2025) – Aula Kantor Kecamatan Pasawahan tampak ramai siang itu. Sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, hingga perwakilan instansi hadir dalam kegiatan sosialisasi awal kajian dan penetapan Sempadan Situ Lurah, yang digelar oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung, Kementerian PUPR.
Situ Lurah yang berada di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, memang menjadi salah satu kawasan penting yang perlu ditata dan dijaga keberlanjutannya. Melalui kajian dan penetapan sempadan ini, pemerintah berharap fungsi situ sebagai sumber daya air, ekosistem, dan penyangga lingkungan tetap terjaga dengan baik.
Dalam sosialisasi tersebut, hadir PPK OP SDA Cimanuk–Cisanggarung, Juventus Welly Radianta Ginting, S.Si., MPSDA, bersama tim konsultan Ir. Wiryanti Endah Palupi, S.T., M.T. Sejumlah pejabat daerah juga turut hadir, mulai dari Camat Pasawahan Asikin, Danramil 1514/Pancalang Kapten Sunardi, hingga Kapolsek Pasawahan IPTU Enang Kurnia.
Camat Pasawahan, Asikin, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal yang baik untuk menjaga Situ Lurah agar tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memberi dampak positif bagi warga sekitar.
“Situ Lurah adalah aset bersama. Dengan adanya penetapan sempadan ini, kita ingin menata sekaligus menjaga keberadaan situ agar tidak rusak dan tetap bisa dinikmati generasi mendatang,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga sesi tanya jawab yang cukup menarik perhatian peserta. Banyak warga dan perwakilan lembaga yang antusias memberikan masukan, terutama terkait kondisi di lapangan dan harapan mereka terhadap pengelolaan Situ Lurah.
Program ini juga menjadi bagian dari Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (STRANAS-PK) – KPK, sehingga pelaksanaannya diharapkan lebih transparan dan akuntabel.
Acara ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta. Kehadiran aparat dari Polsek Pasawahan, Koramil Pancalang, serta Satpol PP membuat kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif.

