Ramadan di Cilimus: Polri Hadir Dekat dengan Warga, Dari Anak-Anak Hingga Lansia
Di Desa Sampora, Cilimus, Ramadan tahun ini terasa berbeda. Polsek Cilimus menggelar silaturahmi Bhabinkamtibmas dengan pendekatan personal, menyapa setiap warga secara langsung. Kegiatan berlangsung di Masjid Baitul Ma’mur, Dusun Manis, mulai pukul 18.00 WIB, dihadiri anak-anak, pemuda, hingga lansia, menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat dalam menyambut bulan suci.
AIPDA Epa Sukmana menyempatkan diri berbincang dengan anak-anak yang baru belajar membaca Al-Qur’an. Ia menanyakan kegiatan mereka di sekolah dan memberikan pesan agar selalu menjaga keamanan lingkungan, sekaligus menanamkan rasa disiplin sejak dini. Kehadiran Bhabinkamtibmas membuat anak-anak merasa diperhatikan dan dihargai, bukan hanya sebagai bagian dari kerumunan, tetapi individu yang penting.
Pemuda desa turut menjadi fokus perhatian. Bhabinkamtibmas mengajak mereka berdiskusi tentang peran generasi muda dalam menjaga ketertiban lingkungan, menghargai perbedaan, dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial selama Ramadan. “Kalian adalah penerus desa. Tugas kalian tidak hanya belajar, tapi juga menjaga keamanan dan kebersamaan,” ujar Epa.
Lansia pun mendapat perhatian khusus. Beberapa warga lanjut usia dibantu mencari tempat duduk, diberi masker tambahan, dan didampingi selama sholat berjamaah. Interaksi hangat ini membuat mereka merasa dihargai, aman, dan nyaman, memperkuat hubungan antarwarga dan aparat.
Melalui Kapolsek AKP Mohamad Faisal, SH, Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si menekankan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata Polri hadir untuk semua kalangan. “Kami ingin setiap warga, dari anak-anak hingga lansia, merasa diperhatikan dan aman selama Ramadan. Kehadiran Polri bukan sekadar simbol, tetapi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Tokoh agama dan tokoh masyarakat turut memberikan tausiah yang relevan dengan kondisi desa. Mereka menekankan nilai kebersamaan, kepedulian, dan kerja sama antarwarga, sehingga setiap jamaah tidak hanya merasa aman, tetapi juga mendapatkan penguatan moral dan spiritual yang nyata.
Pendekatan “sentuhan” Bhabinkamtibmas terlihat jelas di Desa Kaliaren, di mana setiap warga disapa secara personal. Mulai dari menanyakan kondisi keluarga hingga memberi saran keamanan, interaksi ini membuat warga merasa diperhatikan secara individu, bukan hanya sebagai bagian dari massa.
Protokol kesehatan tetap dijaga. Masker, cuci tangan, dan jarak fisik diterapkan, tetapi hal ini tidak mengurangi semangat warga untuk mengikuti doa bersama, sholat berjamaah, dan tausiah. Antusiasme masyarakat menunjukkan kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan tanpa mengurangi nilai kebersamaan.
Kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi informal. Warga menyampaikan informasi terkait potensi gangguan keamanan, sehingga aparat dapat mengambil langkah preventif dengan cepat. Polri tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendengar dan solusi bagi masyarakat.
Acara ditutup dengan doa bersama, momen yang hangat dan khidmat. Setiap doa menegaskan komitmen masyarakat dan Polri untuk menjaga keamanan, kedamaian, dan kerukunan, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di Desa Sampora.
Dokumentasi kegiatan dikumpulkan untuk evaluasi dan publikasi. Polres menilai efektivitas pendekatan ini, sekaligus berbagi contoh positif ke desa lain agar model silaturahmi edukatif ini dapat diterapkan lebih luas.
Dengan penuh harapan, Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek AKP Mohamad Faisal, SH menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat akan terus dipupuk. Ramadan menjadi momentum memperkuat kebersamaan, membangun desa yang aman, nyaman, dan harmonis, dari anak-anak hingga lansia.

