KUNINGAN – Mengantisipasi gangguan keamanan yang sering terjadi di malam hari, Polsek Cilimus Polres Kuningan kembali melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) patroli dialogis pada Minggu dini hari, 1 Maret 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Patroli ini difokuskan pada kawasan Bunderan Tugu Ikan Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, sebagai salah satu titik rawan terjadinya aksi perang sarung dan kerusuhan antar pemuda.
Perang sarung, yang kerap terjadi pada malam hari menjelang waktu subuh, sering kali dipicu oleh kebiasaan sesama remaja yang saling melemparkan sarung sebagai bentuk hiburan, namun tak jarang berakhir dengan bentrokan atau tindakan kekerasan. Untuk itu, Polsek Cilimus meningkatkan patroli guna mencegah kejadian serupa.
Anggota patroli Polsek Cilimus melakukan penyisiran di beberapa lokasi strategis yang kerap menjadi titik pertemuan para pemuda. Pengecekan dilakukan dengan sangat hati-hati dan selektif, mengingat kegiatan perang sarung dapat berkembang menjadi kerusuhan yang lebih besar jika tidak segera diantisipasi.
Selain itu, anggota kepolisian melakukan dialog dengan warga setempat untuk memberi penjelasan mengenai dampak buruk dari tindakan tersebut. Petugas juga memberikan imbauan agar para orang tua lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka, khususnya pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.
Patroli dialogis ini juga menjadi kesempatan bagi petugas untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada para pemuda agar menghindari kegiatan yang dapat mengarah pada kekerasan. Polisi meminta agar mereka menyalurkan energi dengan mengikuti kegiatan sosial atau olahraga yang bermanfaat.
Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, SH mengungkapkan bahwa tindakan preventif seperti patroli dini hari ini sangat penting untuk mencegah bentrokan antar pemuda dan menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Ia menambahkan bahwa polisi bukan hanya bertugas untuk menindak setelah kejadian, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat dan pemuda agar menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Perang sarung, meskipun tampak sepele, bisa berkembang menjadi masalah yang lebih besar jika tidak ditanggapi dengan cepat.
Selain itu, Kapolsek Cilimus juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Masyarakat diminta untuk lebih proaktif melaporkan aktivitas yang mencurigakan atau potensi gangguan keamanan di lingkungannya, sehingga aparat dapat bertindak cepat dan tepat.
Selama pelaksanaan patroli, situasi di wilayah Desa Sampora dan sekitarnya terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kelompok pemuda yang terlibat dalam perang sarung atau tindakan kekerasan. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan persuasif dan imbauan yang diberikan mulai memberikan dampak positif di lapangan.
Petugas patroli juga mencatat bahwa warga mulai lebih aktif dalam menjaga lingkungan dan ikut berpartisipasi dalam menciptakan keamanan. Dengan semakin banyaknya partisipasi masyarakat, diharapkan angka gangguan kamtibmas di wilayah tersebut dapat semakin menurun.
Kegiatan patroli berjalan lancar hingga selesai. Dokumentasi kegiatan ini disiapkan sebagai laporan pertanggungjawaban kepada pimpinan Polsek Cilimus dan Polres Kuningan.
Dengan dilaksanakannya patroli secara rutin dan berkesinambungan, diharapkan wilayah Kecamatan Cilimus, khususnya Desa Sampora, tetap dalam kondisi aman dan nyaman. Polisi dan masyarakat bekerja sama untuk memastikan bahwa potensi gangguan keamanan, seperti perang sarung, dapat diminimalisir dan dihindari demi terciptanya ketertiban yang lebih baik.

