
Kuningan โ Musim panen kerap menjadi momen penuh harap sekaligus cemas bagi petani.
Namun Rabu (4/3/2026) menjadi hari berbeda bagi para petani jagung di Desa Bando Rasa Kulon, Kabupaten Kuningan.
Melalui proses penyerapan jagung dari tengkulak ke Bulog yang dikawal Polsek Lebakwangi, hasil panen mereka dihargai secara layak dan transparan.
Aipda Hendrik Purwanto bersama Bripka Dadan Wardhana turun langsung memonitor dan mengamankan jalannya penyerapan.
Kehadiran Polri memastikan proses distribusi berjalan tertib, mencegah potensi penyimpangan, serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dengan terserapnya jagung ke gudang Bulog, para petani tidak lagi dihantui kekhawatiran anjloknya harga saat panen raya tiba.
Kapolres Kuningan, Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lebakwangi, Wawan Hernawan, menyampaikan arahan dan apresiasi kepada personel yang aktif mengawal program serapan hasil pertanian.
Ia menegaskan bahwa Polri akan terus mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada kesejahteraan petani dan stabilitas pangan.
Hari itu, tumpukan jagung bukan sekadar hasil bumi, melainkan simbol keadilan harga.
Sebuah narasi tentang bagaimana kehadiran negara, melalui sinergi Polri dan Bulog, mampu menjadi penyelamat harga dan menjaga harapan petani tetap tumbuh.
