Polres Kuningan Polda Jabar – Langkah berani diambil oleh pimpinan Polsek Mandirancan dalam melakukan audit mendalam terhadap perilaku dan kedisiplinan para personelnya di tengah dinamika tantangan tugas yang semakin kompleks. Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) ini digelar bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi penyimpangan yang dapat merusak citra institusi kepolisian di mata publik.
Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. didampingi Kanit Propam Aiptu Munawan, S.H. turun langsung ke lapangan untuk menyisir setiap potensi pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh anggota. Pemeriksaan yang dilakukan secara mendadak ini menyasar seluruh lini, mulai dari aspek administratif hingga gaya hidup personel pada hari Selasa (10/02/2026).
Fokus utama dalam operasi ini adalah pemindaian terhadap perangkat komunikasi anggota guna memastikan tidak ada aplikasi judi online (judol) maupun keterlibatan dalam pinjaman online (pinjol) yang tengah menjadi atensi nasional. Tim pengawas internal bergerak secara teknis menelusuri setiap celah yang bisa menjadi pintu masuk bagi pelanggaran moral dan finansial bagi para abdi negara.
Pemeriksaan kelengkapan individu menjadi babak selanjutnya dalam operasi ini, di mana setiap personel wajib menunjukkan legalitas dokumen berkendara seperti SIM dan STNK serta identitas kedinasan berupa KTP dan KTA. Kelengkapan kartu senpi (SIMPAS) juga diperiksa secara saksama guna memastikan pemegang senjata api dinas masih memenuhi syarat psikologis dan administratif.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E. berpesan dengan sangat tegas agar seluruh masyarakat tidak ragu untuk memberikan masukan jika melihat adanya ketidaksiplinan anggota di lapangan. Beliau berharap agar jajaran Polsek Mandirancan mampu menjadi pribadi yang bersih dan menjauhi segala bentuk aktivitas ilegal yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.
Ketegasan dalam operasi Gaktibplin ini diharapkan mampu menjadi alarm bagi seluruh personel agar tidak mencoba-coba bermain di zona merah pelanggaran hukum. Transparansi dalam pengawasan internal ini membuktikan bahwa Polri tidak pernah menutup mata terhadap kekurangan di dalam tubuh organisasinya sendiri.
Setiap temuan sekecil apapun langsung dicatat dan diberikan tindakan disiplin sesuai dengan peraturan yang berlaku di lingkungan Polri. Langkah ini diambil untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga marwah kepolisian agar tetap tegak sebagai institusi pengawal hukum yang terpercaya.
Kegiatan diakhiri dengan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pemeriksaan yang menunjukkan tingkat kepatuhan anggota yang cukup tinggi di wilayah Mandirancan. Polsek Mandirancan berkomitmen untuk terus melaksanakan pengawasan rutin secara berkala demi mewujudkan pelayanan masyarakat yang jujur dan profesional.

