Kehadiran Polri di Cilimus: Menyentuh Hati Warga dari Segala Usia di Bulan Ramadan
Di Desa Sampora, suasana Ramadan tahun ini terasa lebih spesial. Selain keberkahan bulan suci, ada yang berbeda dalam cara warga menyambutnya. Polsek Cilimus hadir lebih dekat dengan masyarakat lewat silaturahmi yang lebih personal, berfokus pada interaksi langsung antara Bhabinkamtibmas AIPDA Epa Sukmana dan warga desa. Kegiatan yang digelar di Masjid Baitul Ma’mur, Dusun Manis ini tidak hanya sekadar ritual formal, tetapi momen berharga yang menyentuh hati warga.
Dewi (45), seorang ibu rumah tangga, berbicara dengan penuh rasa haru setelah berbincang dengan Bhabinkamtibmas. “Saya merasa Polri benar-benar peduli dengan kami. Bukan hanya datang untuk mengawasi, tapi benar-benar mendengarkan keluhan dan memberikan solusi,” ujarnya. Dewi menceritakan bagaimana kehadiran AIPDA Epa tidak sekadar berbicara tentang keamanan, tetapi juga menanyakan kondisi keluarganya, membantunya memahami lebih dalam tentang pentingnya gotong royong di desa.
Di samping Dewi, ada Anwar (62), seorang lansia yang tampak tersenyum bahagia. Setelah sholat berjamaah, ia mendapatkan perhatian ekstra dari Bhabinkamtibmas yang memastikan dirinya merasa nyaman dan aman selama acara berlangsung. “Saya merasa lebih dihargai. Polisi selalu hadir dengan senyuman, bahkan mereka peduli apakah saya sudah mendapatkan masker atau belum. Itu yang membuat saya merasa aman,” kata Anwar, mata yang berkilat penuh rasa syukur.
Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si, melalui Kapolsek AKP Mohamad Faisal, SH, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari pendekatan humanis Polri. “Kami ingin masyarakat merasa tidak hanya aman, tetapi juga diperhatikan. Polri harus menjadi sahabat yang dapat diandalkan oleh setiap lapisan masyarakat, tidak terkecuali anak-anak, pemuda, dan lansia,” ungkapnya.
Tak hanya Dewi dan Anwar, interaksi hangat juga terlihat di kalangan pemuda. Dani (22), seorang pemuda yang aktif dalam kegiatan sosial desa, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami selalu diberi semangat untuk berperan aktif menjaga ketertiban. Bhabinkamtibmas selalu hadir memberi kami arahan, sekaligus membimbing agar kami tahu peran kami dalam menjaga keamanan lingkungan. Ini membuat kami merasa lebih bertanggung jawab,” ujarnya dengan semangat.
Pendekatan yang diterapkan Bhabinkamtibmas sangat mengena. Setiap warga merasa didengar, mulai dari anak-anak yang diajak berbicara tentang pentingnya kedisiplinan, hingga orang tua yang merasa dihargai dan dilindungi. Kapolsek AKP Mohamad Faisal, SH menambahkan, “Kami berharap dengan cara ini, warga merasa lebih dekat dengan Polri. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan, dan kami berkomitmen untuk terus memberikan rasa aman.”
Tak hanya diskusi mengenai keamanan, kegiatan ini juga mengedukasi warga tentang toleransi, rasa saling menghormati, dan pentingnya kerjasama. AIPDA Epa Sukmana berbicara dengan penuh ketulusan saat memberi penjelasan tentang pentingnya menjaga keamanan desa. “Kita bukan hanya menjaga rumah kita sendiri, tetapi juga rumah tetangga. Meningkatkan kerja sama, saling menghargai, akan menciptakan kedamaian di desa ini,” katanya dengan suara penuh keyakinan.
Setelah tausiah, Ustadz Kholil yang turut hadir memberikan pesan moral menambahkan, “Kehadiran Polri di tengah masyarakat ini adalah contoh nyata bagaimana kita menjaga ukhuwah Islamiyah. Mereka datang bukan hanya untuk menjaga fisik, tetapi juga hati kita tetap tenang dan damai dalam beribadah.”
Di desa yang penuh kedamaian ini, protokol kesehatan tetap diterapkan secara disiplin. Semua warga, tanpa terkecuali, mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, menunjukkan betapa kesadaran terhadap kesehatan tetap terjaga tanpa mengurangi kekhidmatan ibadah. Meski sederhana, langkah-langkah kecil ini membuktikan bahwa kebersamaan dalam menjalani pandemi dan Ramadan bisa berjalan harmonis.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang khusyuk, melibatkan semua lapisan masyarakat yang hadir. Setiap doa tidak hanya untuk kebahagiaan pribadi, tetapi juga untuk keselamatan dan kedamaian desa. Setelah doa selesai, warga pun saling mengucapkan selamat, mempererat tali persaudaraan. “Kami merasa lebih dekat dengan Polri. Semua kegiatan ini membawa kedamaian di hati kami,” ujar Bapak Idris (57), seorang tokoh masyarakat setempat, dengan mata yang penuh rasa syukur.
Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si berharap bahwa kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan diimplementasikan di desa-desa lainnya. “Silaturahmi ini adalah bentuk nyata dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan kedamaian masyarakat. Kami ingin Polri selalu menjadi sahabat yang dipercaya, yang bisa menguatkan kebersamaan dalam setiap situasi,” kata Kapolres, menegaskan komitmennya terhadap masyarakat.
Dokumentasi kegiatan pun telah dikumpulkan untuk evaluasi dan publikasi. Hal ini memungkinkan Polres untuk terus memperbaiki pendekatan mereka, serta berbagi pengalaman positif dengan desa-desa lain. Dengan demikian, harapan besar Kapolres agar sinergi Polri dan masyarakat tetap terjaga, membangun desa yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan, bisa terus terwujud.

