Bandorasa Kulon Dorong Kesehatan Desa Lewat Musyawarah Masyarakat
KUNINGAN, KOMPAS — Pemerintah Desa Bandorasa Kulon, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). Forum partisipatif ini digelar pada Senin (8/8/2025) di Gedung Serbaguna desa setempat dan dihadiri berbagai unsur lintas sektor.
MMD menjadi sarana strategis bagi desa dalam mengidentifikasi persoalan kesehatan sekaligus menyusun solusi yang melibatkan warga, aparat, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa. Musyawarah berlangsung terbuka dan interaktif, membahas isu-isu kesehatan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Kepala Desa Bandorasa Kulon, Nana Sudiana, mengatakan bahwa MMD merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa untuk menjadikan kesehatan sebagai prioritas pembangunan. Ia menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat agar kebijakan yang dirumuskan benar-benar sesuai kebutuhan warga.
“Melalui musyawarah ini, kita mendengar langsung aspirasi warga. Hasilnya akan kami jadikan dasar dalam menyusun program kerja desa, terutama di bidang kesehatan,” ujar Nana.
Beberapa isu utama yang mengemuka dalam forum tersebut antara lain penanganan gizi buruk pada balita, pengelolaan limbah rumah tangga, pencegahan penyakit menular, serta optimalisasi pelayanan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).
Kepala UPTD Puskesmas Cilimus, Hj. Iin Arinta, S.ST., Bdn., hadir memaparkan hasil survei kesehatan masyarakat yang menunjukkan perlunya penguatan peran kader Posyandu dan PKK. Ia mengusulkan agar pelatihan dan edukasi kader dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.
“Sumber daya manusia di tingkat desa sangat menentukan keberhasilan program kesehatan. Kader harus dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengedukasi masyarakat secara efektif,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, kehadiran aparat keamanan turut memberikan dukungan. Bhabinkamtibmas Desa Bandorasa Kulon, Aiptu Maulana, S.H., dan Babinsa Sertu Agus, hadir untuk memastikan situasi tetap aman serta menunjukkan keterlibatan aktif aparat dalam pembangunan desa.
Aiptu Maulana menyampaikan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci terciptanya lingkungan desa yang sehat dan aman. Ia menilai, pembinaan dan pendampingan oleh aparat tidak hanya menyangkut keamanan, tetapi juga mendukung program pembangunan sosial dan kesehatan.
Sertu Agus menambahkan, kesadaran warga untuk menjaga kesehatan lingkungan harus terus ditumbuhkan. Menurutnya, tanpa partisipasi aktif masyarakat, program kesehatan tidak akan berjalan optimal.
“Musyawarah seperti ini penting untuk memperkuat semangat gotong royong. Kesehatan bukan hanya urusan tenaga medis, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, melalui Kapolsek Cilimus, AKP Nurjani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan MMD. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di desa-desa lain untuk mendorong pelayanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan.
Kegiatan MMD di Desa Bandorasa Kulon menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam upaya pembangunan kesehatan masyarakat. Dengan keterlibatan aktif semua elemen, desa diharapkan mampu mandiri dalam merawat warganya, baik dari sisi kesehatan fisik maupun keamanan lingkungan.
Humas Polsek Cilimus Polres Kuningan

