Respons Cepat Bhabinkamtibmas Sampora Tangani Kasus Penipuan Kerja Lewat Medsos, Korban Dibantu Pulang ke Sumedang
Kepedulian aparat kepolisian kembali terlihat di wilayah Kabupaten Kuningan. Seorang pemuda asal Sumedang yang menjadi korban penipuan lowongan kerja di media sosial akhirnya mendapat bantuan dari Bhabinkamtibmas Desa Sampora, Aipda Epa Sukmana.
Kejadian ini bermula ketika korban berkenalan dengan tiga orang melalui Facebook yang menawarkan pekerjaan di wilayah Kuningan. Namun sesampainya di lokasi, korban justru kehilangan barang-barangnya.
Mengetahui kejadian tersebut, Aipda Epa segera turun tangan membantu. Ia berkoordinasi dengan PPDI Kabupaten Kuningan untuk menghubungi perangkat desa asal korban di Sumedang.
Selain itu, ia menggalang solidaritas bersama para kadus di Desa Sampora untuk memberikan bantuan biaya transportasi agar korban bisa pulang.
Langkah tersebut menjadi bentuk nyata peran Bhabinkamtibmas dalam menyelesaikan masalah sosial secara cepat dan tepat.
Menurut Aipda Epa, tindakan ini merupakan bagian dari tugas pokok Bhabinkamtibmas, yakni membantu warga yang mengalami kesulitan tanpa memandang asal daerah.
“Saya hanya ingin memastikan warga yang tertimpa musibah bisa kembali ke keluarganya dengan selamat,” ujarnya.
Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, SH memberikan apresiasi terhadap anggotanya yang dinilai mampu menerapkan pendekatan humanis dalam menangani permasalahan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Polsek Cilimus terus berupaya menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk dalam menyelesaikan kasus-kasus sosial di tingkat desa.
Kegiatan problem solving ini juga menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penipuan daring.
Masyarakat di wilayah Desa Sampora menyambut positif langkah cepat yang dilakukan Polri dan menilai tindakan tersebut memperkuat kepercayaan terhadap aparat keamanan.
Selama kegiatan berlangsung di Bale Desa Sampora, situasi terpantau aman dan kondusif. Tidak ada gangguan berarti, dan korban kini telah kembali ke kampung halamannya di Sumedang.

