Mandirancan, 13 Oktober 2025 – Polres Kuningan Polda Jabar melalui Polsek Mandirancan melaksanakan kegiatan penyerapan hasil panen jagung pipil dari petani lokal yang berada di wilayah hukum Polsek Mandirancan. Penyerapan tersebut dilakukan pada Senin (13/10/2025) di Gudang Bulog Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Sebanyak 0,3 ton (300 kg) jagung pipil diserahkan langsung ke Bulog untuk disalurkan kepada masyarakat, sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan.
Kegiatan ini melibatkan kelompok tani (poktan) di Desa Salakadomas, Kecamatan Mandirancan, dengan luas lahan yang ditanami jagung mencapai 0,28 hektar. Penanaman jagung dimulai pada 9 Juli 2025 dan hasil panen yang dilakukan pada 8 Oktober 2025 tersebut merupakan hasil kerja keras petani setempat yang tergabung dalam kelompok tani yang terdiri dari 15 orang. Kehadiran Polsek Mandirancan dalam mendukung kelancaran kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mendukung program pemerintah.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar, S.I.K., M.Si, melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana, S.E., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah pusat. “Kami ingin memastikan bahwa hasil panen petani ini dapat terserap dengan baik dan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan di daerah,” ujar AKP Atang Mulyana.
Program penyerapan hasil panen ini, menurut Kapolsek Mandirancan, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Kuningan. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak petani dan kelompok tani lainnya di wilayah tersebut.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Kabupaten Kuningan semakin sadar akan pentingnya kolaborasi antara petani, aparat keamanan, dan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Diharapkan bahwa kedepannya lebih banyak petani yang dapat merasakan manfaat dari program serupa, serta mendorong tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya pangan yang berkelanjutan di daerah tersebut.

