PANTAU SITUASI KAMTIBMAS, POLSEK CILIMUS CEGAH AKSI KEJAHATAN
Kabupaten Kuningan – 9 September 2025
Untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, Kepolisian Sektor (Polsek) Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, melaksanakan kegiatan patroli dialogis di wilayah Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Selasa (9/9/2025) pagi.
Patroli ini dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Panit 1 Lalu Lintas Polsek Cilimus, IPTU Cecep Iman Santoso, didampingi oleh Ps. Panit 2 Lantas, AIPTU Candra Nur. Kegiatan menyasar sejumlah titik strategis di desa, termasuk kawasan pemukiman dan tempat umum yang menjadi titik kumpul warga.
Berbeda dengan patroli konvensional, patroli dialogis ini menitikberatkan pada komunikasi langsung antara personel polisi dan masyarakat. Polisi tidak hanya berkeliling memantau situasi, tetapi juga berdialog dan mendengar keluhan serta masukan dari warga.
IPTU Cecep menjelaskan, patroli dialogis merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis yang dikembangkan oleh Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. “Kami ingin menciptakan rasa aman sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dengan warga,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas, terutama mengenai kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau yang dikenal dengan istilah C3.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan. Warga diminta agar selalu waspada terhadap hal-hal mencurigakan dan segera melapor ke pihak kepolisian jika menemukan potensi gangguan keamanan.
Kapolsek Cilimus, AKP Mohamad Faisal, dalam keterangannya menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan bagian dari strategi pencegahan yang bersifat preventif dan preemtif. “Pendekatan ini tidak hanya menjaga keamanan secara fisik, tetapi juga membangun kepercayaan antara polisi dan masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, patroli seperti ini akan terus dilakukan secara rutin di berbagai desa dalam wilayah hukum Polsek Cilimus. Tujuannya adalah agar masyarakat merasa lebih dekat dengan aparat dan semakin berpartisipasi dalam menjaga lingkungan.
Ia juga menekankan bahwa masyarakat sejatinya adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungannya. Oleh karena itu, keterlibatan aktif warga sangat diperlukan untuk mendeteksi dan mencegah potensi gangguan sedini mungkin.
Dengan berdialog langsung, lanjut Faisal, polisi dapat menyerap aspirasi masyarakat serta memberikan edukasi hukum secara sederhana. Hal ini dinilai lebih efektif ketimbang hanya mengandalkan pendekatan represif.
Respons positif datang dari warga Desa Timbang. Dedi (46), salah satu warga yang ditemui saat patroli berlangsung, mengungkapkan rasa senangnya dengan kehadiran langsung polisi di lingkungannya. “Kami merasa lebih tenang dan dihargai karena bisa ngobrol langsung soal masalah keamanan,” ungkapnya.
Dedi berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin dan tidak hanya dilakukan di desanya, tetapi juga menyasar desa-desa lain yang membutuhkan perhatian dari pihak kepolisian.
Selama sekitar dua jam pelaksanaan patroli, tidak ditemukan kendala berarti. Kegiatan berlangsung aman dan lancar, dengan situasi Desa Timbang yang tetap kondusif sepanjang kegiatan berlangsung.
Patroli dialogis ini diharapkan mampu membangun kemitraan yang lebih erat antara Polri dan masyarakat. Pendekatan humanis yang dikedepankan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi antara aparat dan warga, Polsek Cilimus terus berkomitmen menciptakan wilayah hukum yang bebas dari gangguan kamtibmas serta mendukung terwujudnya keamanan yang bersifat partisipatif.
Humas Polsek Cilimus Polres Kuningan

