AIPDA Momon Usman Efendi, Polisi Humanis yang Dicintai Warga Panawuan
Kuningan — Sosok polisi yang humanis dan dekat dengan masyarakat kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada AIPDA Momon Usman Efendi, anggota Polsek Cilimus, yang mendapatkan apresiasi luas dari warga Desa Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, atas kepedulian dan pendekatannya yang penuh empati.
AIPDA Momon tidak hanya menjalankan tugas sebagai penegak hukum, tetapi juga aktif menjalin kedekatan emosional dengan masyarakat. Pada Jumat pagi, 27 Juni 2025, ia terlihat hadir di kediaman Bapak Jawahir, salah satu tokoh masyarakat Desa Panawuan, yang tengah mempersiapkan pernikahan putranya.
Kehadiran AIPDA Momon dalam momen bahagia tersebut bukan semata menjalankan tugas dinas, melainkan wujud nyata kepeduliannya sebagai bagian dari masyarakat. Ia datang sebagai sahabat, bahkan dianggap layaknya keluarga oleh warga yang menyambutnya hangat.
Bapak Jawahir mengaku sangat tersentuh atas kehadiran AIPDA Momon. Menurutnya, kehadiran sang polisi bukan hanya saat ada persoalan, tapi juga di saat warga merayakan kebahagiaan. “Pak Momon benar-benar bagian dari keluarga besar kami di Panawuan,” ungkapnya dengan haru.
Sebagai putra asli Desa Panawuan, AIPDA Momon memang memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kampung halamannya. Ia dikenal sering turun langsung ke masyarakat, membantu menyelesaikan persoalan sehari-hari, dan menjalin komunikasi dengan pendekatan yang santun dan bersahabat.
Kapolsek Cilimus, AKP Nurjani, turut mengapresiasi langkah anggotanya tersebut. Ia menilai kehadiran polisi di tengah masyarakat dalam berbagai suasana merupakan bentuk pendekatan yang sangat dibutuhkan saat ini. “Polisi tidak hanya hadir saat ada pelanggaran hukum, tapi juga menjadi sahabat dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., yang menyebut AIPDA Momon sebagai contoh nyata bagaimana anggota kepolisian bisa menjadi figur teladan. Ia berharap semangat tersebut dapat ditiru oleh anggota lainnya dalam menjalankan tugas kepolisian yang lebih humanis.
Kisah AIPDA Momon menjadi pengingat bahwa polisi memiliki peran lebih dari sekadar menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan pendekatan personal dan kehadiran yang tulus di tengah masyarakat, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian pun dapat tumbuh lebih kuat.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi kepolisian, kehadiran sosok seperti AIPDA Momon menjadi angin segar dan harapan akan hadirnya polisi yang benar-benar menjadi pelindung, pengayom, sekaligus sahabat masyarakat.
Humas Pplsek Cilimus Polres Kuningan

