Polsek Cilimus Polres Kuningan kembali melakukan kegiatan patroli dialogis dengan tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan di Desa Cilimus. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas seperti C3 (Curat, Curas, Curanmor), balap liar, dan geng motor yang menjadi perhatian Polsek Cilimus selama ini.
Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, SIK, M.Si melalui Kapolsek Cilimus AKP Mohamad Faisal, S.H., menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan bagian dari pendekatan manusiawi dalam menjaga ketertiban masyarakat. “Kami ingin agar polisi tidak hanya dilihat sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang hadir untuk menjaga keamanan bersama,” ujar Kapolsek.
Kegiatan patroli dialogis ini dilakukan dengan cara yang lebih personal, di mana anggota Polsek Cilimus menyambangi rumah warga dan berbincang langsung dengan mereka. Selain menyampaikan pesan kamtibmas, patroli juga bertujuan untuk mendengarkan keluhan serta masukan dari masyarakat terkait potensi gangguan keamanan di lingkungan mereka. Dengan cara ini, warga merasa dihargai dan merasa bahwa mereka dilibatkan dalam menjaga keamanan.
Kapolsek Cilimus juga menekankan bahwa komunikasi dua arah yang dibangun melalui patroli dialogis ini dapat mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. “Kami ingin agar warga merasa nyaman dan percaya kepada polisi. Dengan pendekatan ini, kami berharap bisa lebih cepat merespon setiap gangguan yang terjadi,” ujar Kapolsek.
Di samping itu, patroli juga menyasar pemuda yang sering terlibat dalam kegiatan balap liar atau geng motor. Polsek Cilimus memberikan edukasi kepada mereka untuk menjauhi aktivitas ilegal tersebut dan mengarahkan mereka ke kegiatan positif, seperti olahraga atau komunitas yang bermanfaat. Hal ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kekerasan jalanan dan meningkatkan kedamaian di masyarakat.
Kapolres Kuningan memberikan apresiasi terhadap langkah Polsek Cilimus yang mengedepankan pendekatan dialogis. “Keberhasilan dalam menjaga keamanan tidak hanya terletak pada penindakan, tetapi juga pada kemampuan polisi untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan memberi edukasi yang bermanfaat,” ujar Kapolres.
Anggota Polsek Cilimus selalu melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat dalam setiap kegiatan patroli. Koordinasi ini memungkinkan pesan kamtibmas lebih mudah diterima dan dipahami oleh warga. Dengan melibatkan tokoh masyarakat, patroli menjadi lebih efektif karena mereka dihormati dan lebih dipercaya oleh warga setempat.
Polsek Cilimus juga memastikan bahwa setiap kegiatan patroli didokumentasikan dengan baik. Hal ini berguna untuk mengevaluasi efektivitas patroli dan merencanakan langkah-langkah pencegahan yang lebih tepat di masa depan. Setiap laporan atau temuan dari patroli akan dijadikan bahan untuk memperbaiki langkah keamanan yang lebih baik.
Kapolsek Cilimus menambahkan bahwa patroli dialogis akan terus dilakukan sebagai upaya preventif untuk menanggulangi gangguan kamtibmas. “Patroli dialogis ini sangat penting untuk menciptakan situasi yang kondusif di Desa Cilimus dan wilayah lainnya,” kata Kapolsek.
Dengan adanya patroli dialogis, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan lingkungan akan semakin tinggi. Masyarakat akan merasa lebih aman dan terlindungi, karena mereka tahu bahwa mereka dapat mengandalkan polisi untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang mereka hadapi.
Polsek Cilimus berharap bahwa keberhasilan ini dapat dijadikan model bagi Polsek lainnya di Kabupaten Kuningan dan wilayah lain di Indonesia. Kolaborasi antara polisi dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari ancaman gangguan kamtibmas.

