Patroli Dini Hari, Polisi Tekan Potensi Tawuran Remaja
Maraknya ajakan perang sarung melalui media sosial menjadi perhatian serius aparat kepolisian di wilayah Cilimus. Aktivitas tersebut berpotensi memicu bentrokan antar kelompok remaja.
Polsek Cilimus meningkatkan intensitas patroli pada jam-jam rawan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Kapolres Kuningan melalui Kapolsek Cilimus menyampaikan bahwa perang sarung yang awalnya dianggap permainan bisa berubah menjadi aksi kekerasan berbahaya.
Petugas menyasar lokasi-lokasi yang kerap dijadikan titik kumpul remaja. Mereka memberikan pembinaan langsung di lapangan.
Imbauan dilakukan dengan pendekatan persuasif. Polisi mengajak remaja mengisi waktu dengan kegiatan positif.
Selain itu, aparat menggandeng pemerintah desa untuk mengaktifkan kembali ronda malam. Kegiatan ini memperkuat pengawasan lingkungan.
Tokoh pemuda setempat turut dilibatkan dalam kampanye anti tawuran. Mereka menjadi contoh bagi generasi muda lainnya.
Kapolsek menegaskan pentingnya peran sekolah dalam membina karakter siswa. Pendidikan moral menjadi kunci utama.
Masyarakat diimbau segera melapor jika menemukan indikasi tawuran. Respons cepat dinilai mampu mencegah bentrokan.
Upaya ini membuahkan hasil dengan menurunnya aktivitas berkumpul hingga larut malam. Lingkungan pun lebih terkendali.
Kepolisian memastikan patroli akan terus dilakukan secara rutin. Pencegahan menjadi prioritas utama.
Dengan langkah terukur dan kolaboratif, potensi perang sarung di wilayah Cilimus dapat ditekan secara signifikan.

