Polres Kuningan Polda Jabar – Potensi konflik sosial antar kelompok pemuda di bulan Ramadhan menjadi tantangan yang direspon dengan cepat oleh jajaran Polsek Mandirancan. Langkah antisipatif dilakukan melalui patroli dialogis yang menyasar kelompok masyarakat yang melakukan tradisi membangunkan sahur di perbatasan antar desa.
Ka SPKT 3 Aiptu Ajat Sudrajat bersama anggota secara jeli memantau titik-titik pertemuan antar kelompok obrog guna mencegah terjadinya kesalahpahaman. Patroli pengamanan ini berlangsung mulai pukul 03.20 WIB dengan sasaran utama stabilitas keamanan pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
Dalam setiap dialognya, petugas menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh aksi-aksi sepele yang memicu perang sarung. Tertib dalam membangunkan warga menjadi komitmen bersama yang harus dijaga demi kelancaran ibadah puasa bagi seluruh masyarakat.
Pengawasan di perbatasan wilayah juga dilakukan untuk menjamin tidak ada gangguan dari pihak luar yang sengaja ingin memancing keributan di wilayah Mandirancan. Keamanan di jalur-jalur penghubung desa dipastikan berada dalam kendali penuh pihak berwajib.
Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana. SE menghimbau agar seluruh elemen masyarakat, terutama tokoh pemuda, dapat berperan aktif dalam membimbing anggotanya agar tidak terjebak dalam aksi kekerasan jalanan.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar. S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Mandirancan AKP Atang Mulyana. SE menegaskan bahwa pencegahan tawuran antar desa adalah prioritas utama guna memelihara kerukunan dan kedamaian di Kabupaten Kuningan.

