
Pemilihan tiga lokasi strategis untuk penanaman jagung serentak pada Kamis (29/1/2026) didasarkan pada pertimbangan matang untuk memaksimalkan hasil panen. Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar menjelaskan bahwa lokasi di Desa Gunungkeling (0,28 Ha) dan dua titik di Kelurahan Cigugur (masing-masing 0,42 Ha) dipilih karena memiliki karakteristik tanah yang sesuai dengan kebutuhan jagung hibrida. Distribusi lokasi yang menyebar juga memberikan keuntungan dalam hal manajemen risiko dan pembelajaran dari berbagai kondisi lahan.
Kapolsek Garawangi IPTU Endar Kuswanadi, SE melaporkan bahwa kegiatan yang dipusatkan di Blok Lumpur ini dihadiri oleh UPTD Pertanian Cigugur yang telah melakukan survey dan pemetaan lahan sebelumnya. Kegiatan yang dimulai pukul 08.45 WIB ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian, Camat Cigugur, Danramil, serta perwakilan dari BPS dan Perhutani. Dengan total luas penanaman 1,014 hektar atau setara 800 bata, program ini diharapkan dapat memberikan data komprehensif tentang produktivitas jagung hibrida di berbagai kondisi lahan kering, yang nantinya dapat menjadi acuan untuk pengembangan program serupa di masa mendatang.
