Program Ketahanan Pangan Polsek Cilimus: Kolaborasi untuk Desa Mandiri
Polsek Cilimus memperkuat ketahanan pangan lokal melalui kegiatan penanaman serentak kuartal I tahun 2026. Lahan NON LBS Kampung Cantilan, Dusun Wage, Desa Bandorasawetan, seluas 2.800 meter persegi telah ditanami bibit jagung hibrida unggul, sebagai langkah nyata mendukung produksi pangan lokal.
Acara dimulai dengan serah terima bibit secara simbolis dari Panit I Binmas Polsek kepada Ketua Kelompok Tani Berkah Makaya, Pendi Apendi. Momen ini menjadi tanda dimulainya kolaborasi antara aparat kepolisian dan warga desa dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Pendampingan teknis menjadi prioritas utama kegiatan. Anggota Polsek mendampingi petani dari persiapan lahan hingga perawatan tanaman. Pendekatan ini memberikan edukasi dan pengalaman praktis untuk meningkatkan hasil panen jagung hibrida.
Petani diajarkan menanam dengan jarak tanam yang tepat, teknik pemupukan, dan pengendalian hama. Pendekatan ini memastikan lahan dimanfaatkan secara optimal, mengurangi risiko gagal panen, dan meningkatkan kepercayaan diri petani dalam menerapkan teknik pertanian modern.
Kehadiran Kepala Dusun Wage dan Kasi Ekbang Desa menambah koordinasi dan memperkuat sinergi antar pihak. Setiap langkah kegiatan dipastikan selaras sehingga peran Polsek, petani, dan perangkat desa berjalan optimal.
Interaksi antara aparat kepolisian dan warga berlangsung hangat. Petani mendapatkan bimbingan teknis, sementara anggota Polsek memahami kondisi nyata pertanian desa. Hubungan ini menumbuhkan kepercayaan dan kebersamaan yang kuat di desa.
Anggota Polsek juga bertugas menjaga keamanan lahan. Pengawasan yang efektif memastikan proses penanaman dan pertumbuhan jagung hibrida berjalan lancar tanpa gangguan pihak luar. Keamanan ini menjadi faktor penting bagi keberhasilan program.
Bibit jagung hibrida yang digunakan memiliki kualitas unggul dan potensi hasil panen tinggi. Pendampingan Polsek memastikan setiap langkah penanaman dan perawatan dilakukan dengan benar, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Kegiatan ini memotivasi warga untuk lebih peduli terhadap lahan mereka. Petani belajar teknik tanam efisien, pemupukan tepat waktu, dan pengendalian hama. Dampak jangka panjang berupa peningkatan produktivitas, kesejahteraan warga, dan ketahanan pangan desa yang lebih kuat.
Serah terima bibit dan penanaman simbolis juga menjadi momen edukasi. Petani memahami pentingnya bibit berkualitas, pemeliharaan yang tepat, dan pengendalian hama. Edukasi ini membantu mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan hasil panen.
Ketua Kelompok Tani Berkah Makaya menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Polsek Cilimus. Pendampingan langsung meningkatkan keyakinan petani untuk menerapkan teknik modern, memastikan bibit ditanam dengan benar, dan memaksimalkan potensi lahan.
Sinergi antara Polsek, warga, dan perangkat desa menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan ekonomi lokal. Kolaborasi ini menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi contoh program ketahanan pangan berkelanjutan.
Keberhasilan kegiatan penanaman serentak menjadi langkah awal bagi program ketahanan pangan jangka panjang. Polsek Cilimus berkomitmen mendampingi kelompok tani agar metode ini dapat diterapkan di kuartal berikutnya dan desa lain, memperkuat ketahanan pangan serta budaya gotong royong di desa.

