Suasana pagi di PO Aurel Trans tampak lebih hangat dari biasanya ketika kehadiran Aipda Momon Usman Efendi menarik perhatian para penumpang yang sedang menunggu jadwal keberangkatan. Ia tidak hanya melakukan monitoring, namun juga menyempatkan diri menyapa dan berdialog dengan masyarakat yang hendak bepergian jauh.
Kegiatan sambang ini merupakan bagian dari upaya Polsek Cilimus untuk memberikan pelayanan humanis kepada warga. Aipda Momon berkeliling sembari menanyakan tujuan perjalanan para penumpang dan memastikan mereka memahami aturan keselamatan di dalam bus.
Ia menegaskan bahwa sikap ramah aparat kepolisian merupakan bagian dari transformasi Polri menuju pelayanan publik yang lebih modern dan profesional. Menurutnya, masyarakat perlu merasakan kehadiran polisi tidak hanya saat terjadi permasalahan, tetapi juga dalam suasana normal.
Para penumpang tampak antusias, beberapa di antaranya memberikan respons positif atas perhatian yang diberikan. Mereka merasa lebih tenang karena kehadiran aparat membuat suasana area keberangkatan menjadi lebih aman.
Selain berinteraksi, Aipda Momon memberikan imbauan agar penumpang tetap menjaga keamanan barang bawaan. Kejahatan seperti pencopetan dapat terjadi di manapun, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Ia juga menyampaikan pesan kepada petugas PO agar terus meningkatkan kualitas layanan. Pelayanan yang baik, menurutnya, akan berdampak besar terhadap kenyamanan masyarakat yang menggunakan moda transportasi umum.
Dalam dialognya dengan pengemudi, disampaikan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Pengemudi diminta agar tidak memaksakan diri ketika lelah dan selalu menjalankan kendaraan sesuai aturan.
Hari itu, suasana PO relatif ramai dengan calon penumpang tujuan provinsi-provinsi di Sumatera. Namun kondisi tetap kondusif berkat koordinasi antara pihak perusahaan dan kepolisian.
Aipda Momon juga melakukan pengecekan singkat pada bus yang akan berangkat. Ia memastikan dokumen kendaraan lengkap dan teknis kendaraan dalam keadaan layak jalan.
Pihak PO menyampaikan apresiasi atas pendekatan humanis kepolisian yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membawa ketenangan psikologis bagi penumpang.
Kegiatan sambang humanis seperti ini dianggap efektif membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat. Pendekatan tersebut membuat masyarakat merasa didampingi sekaligus dilindungi.
Kegiatan diakhiri dengan dokumentasi bersama penumpang dan kru bus. Aipda Momon berharap interaksi positif ini dapat terus berlanjut di setiap momentum pelayanan publik.

