RM Kebon Jati, Cilimus, menjadi titik berkumpulnya personel kepolisian ketika apel pengamanan wisuda dilaksanakan. Tidak seperti biasanya, Panit Intel IPDA Wiwid, S.H., menjadi komandan apel.
Penunjukan tersebut dinilai sebagai bagian dari inovasi pengamanan yang mengutamakan analisis intelijen di lapangan. Hal ini dianggap penting mengingat karakter kegiatan yang dihadiri ribuan orang.
Dalam apel tersebut, IPDA Wiwid menyampaikan strategi teknis untuk meminimalisir potensi kerawanan. Para personel diminta memahami peta kerawanan yang telah disusun.
Ia juga menjelaskan pola pengamanan yang bersifat fleksibel, memungkinkan penyesuaian cepat bila terjadi perubahan situasi. Ini menjadi fokus utama dalam pendekatan baru.
Personel diimbau untuk menjaga sikap dan etika saat berinteraksi dengan masyarakat. Penampilan dan komunikasi menjadi bagian dari penilaian profesionalisme anggota.
Apel berlangsung dengan disiplin tinggi. Setiap anggota mendengarkan arahan dengan seksama dan mencatat poin-poin penting terkait pelaksanaan tugas.
Koordinasi antarunit berlangsung baik. Masing-masing unit memiliki peran sesuai fungsinya, mulai dari lalu lintas hingga reskrim.
Di sisi lain, panitia wisuda menyiapkan alur kegiatan yang telah disesuaikan dengan sistem pengamanan. Kolaborasi ini membuat operasi menjadi lebih mudah.
Setelah apel berakhir, personel langsung menuju pos masing-masing. Peningkatan arus pengunjung mulai terlihat sejak pagi hari.
Operasi pengamanan dilakukan secara humanis. Polisi turut membantu masyarakat menemukan lokasi parkir dan area duduk.
Strategi penempatan Panit Intel sebagai pemimpin apel mendapat perhatian positif. Pendekatan berbasis intelijen dinilai tepat untuk mengamankan kegiatan berskala besa

